CJ Indonesia

Artikel

Penggunaan Sumber Energi Bersih Untuk Batubara

Indonesia mempunyai banyak sumber energi seperti : batubara, gas alam, minyak bumi, energi air, dan geothermal. Batubara merupakan sumber energi dengan cadangan terbesar, yaitu 36,34 10 ton. Sedangkan cadangan gas alam sebesar 137,79 TSCF (Tera Standad Cubic Feet) dan minyak bumi sebesar 9,09 x 10 SBM ( Setara barel minyak ).

Jika kita lihat batubara mempunyai cadangan yang cukup melimpah tetapi penggunaannya masih sangat sedikit. Bila dilihat dari rasio cadangandibagi produksi maka batubara masih mampu untuk digunakan selama lebih dari 500 tahun. Sedangkan gas alam dan minyak bumi mempunyai ratio masing-masing sebesar 43 tahun dan 16 tahun. Setelah melihat cadangan batubara ini, diperkirakan bahwa dimasa depan batubara mempunyai peran yang besar sebagai penyedia energi nasional.

Dengan dikurangi subsidi BBM secara drastic maka banyak industri beralih dari penggunaan BBM ke batubara. Banyak diantaranya yang membeli boiler baru dengan bahan bakar batubara sementara boiler lama dengan bahan baker minyak didak digunakan karena tidak ekonomis lagi. Tetapi dalam proses kerjanya batubara sebagai sumber potensial penghasil listrik di masa depan. Akan tetapi banyak kendala secara besar. Kendala tersebut antara lain :

  • Batubara berbentuk padat sehingga sulit dalam penanganannya.
  • Batubara banyak mengandung unsure lain, misalnya sulfur dan nitrogen yang bisa menimbulkan emisi polutan
  • Batubara mengandung banyak unsur karbon yang secara alamiah bila dibakar akan menghasilkan gas CO2.

Untuk mengatasi kendala tersebut, teknologi bersih merupakan alternative yang dapat diterapkan. Teknologi ini dapat dikelompokan menjadi dua macam kategori. Yang pertama diterapkan pada tahapan setelah pembakaran dan yang kedua diterapkan sebelum pembakaran.

  1. Penerapan Teknologi Bersih Setelah proses pembakaran. Batubara yang dibakar di boiler akan menghasilkan tenaga listrik serta menghasilkan emisi seperti partikel, SO2, Nox, dan CO2. Emisi tersebut dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi seperti denitrifikasi, desulfurisasi, electrostratic precipitator (penyaring debu), dan separator CO2.
  2. Penerapan Teknologi Bersih Sebelum Proses Pembakaran. Pengurangan emisi pada tahapan setelah pembakaran batubara banyak memerlukan energi listrik sehingga kurang efisien dalam penggunaan energi. Cara yang lebih efisien adalah bila pengurangan emisi dilakukan pada tahap sebelum pembakaran dan sering disebut teknologi batubara bersih. Teknologi batubara bersih yang dibahas dalam makalah diantaranya adalah teknologi Fluidzet bed combustion (FBC), gasifikasi batubara, magneto hydrodynamic (MHD) dan kombinasi IGCC dengan fuel cell.